Page Contents
- 1 Apa Itu Bekam Darah?
- 2 Sejarah dan Asal-usul Bekam
- 3 Bagaimana Proses Bekam Darah Dilakukan?
- 4 Manfaat Bekam Darah bagi Kesehatan
- 5 Bekam Darah dalam Dunia Medis Modern
- 6 Siapa yang Boleh dan Tidak Boleh Bekam?
- 7 Efek Samping yang Mungkin Terjadi
- 8 Bekam Darah sebagai Gaya Hidup Sehat
- 9 Jenis-Jenis Titik Bekam dalam Terapi
- 10 Kesimpulan
Di tengah kemajuan dunia medis dan teknologi kesehatan yang semakin canggih, banyak orang justru kembali melirik metode pengobatan tradisional. Salah satu terapi yang kembali populer dan banyak diminati adalah bekam darah. Terapi yang telah dikenal sejak ribuan tahun lalu ini dipercaya mampu membantu membersihkan tubuh dari racun, melancarkan peredaran darah, serta meningkatkan kesehatan secara menyeluruh.
Bekam darah bukan sekadar tren, melainkan warisan pengobatan yang telah digunakan oleh berbagai peradaban kuno, mulai dari Mesir, Tiongkok, hingga dunia Islam. Bahkan dalam ajaran Islam, bekam dikenal sebagai salah satu metode pengobatan yang dianjurkan Nabi Muhammad SAW. Tak heran jika hingga kini terapi ini tetap bertahan dan terus berkembang.
Apa Itu Bekam Darah?

Bekam darah adalah metode terapi yang dilakukan dengan cara menyedot permukaan kulit menggunakan alat khusus, kemudian membuat sayatan kecil agar darah kotor dapat keluar dari tubuh. Darah yang keluar diyakini mengandung zat sisa metabolisme, racun, serta darah yang tidak lagi mengalir dengan baik Alodokter.
Berbeda dengan bekam kering yang hanya mengandalkan hisapan, bekam darah melibatkan pengeluaran darah sehingga efek detoksifikasinya dianggap lebih kuat. Proses ini bertujuan untuk merangsang sistem peredaran darah dan memperbaiki fungsi organ tubuh.
Sejarah dan Asal-usul Bekam
Bekam telah dikenal sejak lebih dari 3.000 tahun lalu. Di Mesir Kuno, terapi ini digunakan untuk mengobati berbagai penyakit. Di Tiongkok, bekam menjadi bagian penting dari pengobatan tradisional untuk menyeimbangkan energi atau “qi” dalam tubuh.
Dalam dunia Islam, bekam dikenal dengan istilah hijamah. Nabi Muhammad SAW disebut pernah melakukan bekam dan menganjurkannya kepada umatnya sebagai salah satu metode pengobatan terbaik. Sejak saat itu, bekam berkembang pesat di berbagai wilayah Muslim hingga ke Nusantara.
Bagaimana Proses Bekam Darah Dilakukan?
Proses bekam darah biasanya dilakukan oleh terapis yang telah terlatih dan bersertifikat. Tahapannya meliputi:
-
Pemeriksaan awal
Terapis akan menanyakan kondisi kesehatan pasien, seperti tekanan darah, riwayat penyakit, dan keluhan yang dirasakan. -
Penyedotan kulit
Gelas atau cup khusus ditempelkan pada kulit dan disedot untuk menarik permukaan kulit. -
Sayatan kecil
Setelah beberapa menit, cup dilepas dan kulit yang terangkat diberi sayatan kecil menggunakan alat steril. -
Penyedotan ulang
Cup dipasang kembali untuk mengeluarkan darah kotor. -
Pembersihan dan perawatan
Setelah darah berhenti keluar, area bekam dibersihkan dan diberi antiseptik.
Proses ini biasanya berlangsung sekitar 20–30 menit dan tidak menimbulkan rasa sakit berlebihan, hanya sensasi sedikit perih.
Manfaat Bekam Darah bagi Kesehatan
Bekam darah dipercaya memiliki banyak manfaat, baik secara fisik maupun mental. Beberapa manfaat yang paling umum antara lain:
1. Melancarkan peredaran darah
Bekam membantu mengurai penyumbatan pada pembuluh darah kecil sehingga aliran darah menjadi lebih lancar.
2. Mengurangi nyeri dan pegal
Banyak orang merasakan nyeri otot, sakit kepala, dan pegal-pegal berkurang setelah bekam.
Bekam dapat membantu menstabilkan tekanan darah dengan mengurangi kelebihan cairan dan zat sisa dalam tubuh.
4. Meningkatkan daya tahan tubuh
Dengan membuang racun dan merangsang sistem imun, tubuh menjadi lebih kuat melawan penyakit.
5. Membantu mengatasi stres dan kelelahan
Bekam juga memberi efek relaksasi yang membantu mengurangi stres, insomnia, dan kelelahan kronis.
Bekam Darah dalam Dunia Medis Modern

Meski berasal dari pengobatan tradisional, bekam mulai mendapat perhatian di dunia medis modern. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa bekam dapat membantu meningkatkan sirkulasi darah, mengurangi peradangan, dan merangsang produksi sel darah baru.
Di beberapa negara, bekam bahkan digunakan sebagai terapi pendamping dalam pengobatan nyeri kronis, migrain, hingga gangguan otot dan sendi. Meski demikian, bekam tetap harus dilakukan oleh praktisi yang berpengalaman agar aman dan efektif.
Siapa yang Boleh dan Tidak Boleh Bekam?
Bekam darah aman bagi sebagian besar orang, namun ada beberapa kondisi yang perlu diperhatikan. Bekam tidak dianjurkan untuk:
-
Ibu hamil
-
Penderita anemia berat
-
Orang dengan gangguan pembekuan darah
-
Pasien yang sedang sangat lemah atau sakit berat
Sementara itu, bekam sangat bermanfaat bagi mereka yang sering mengalami kelelahan, nyeri otot, tekanan darah tinggi, atau gangguan metabolisme.
Efek Samping yang Mungkin Terjadi
Setelah bekam, beberapa orang mungkin mengalami efek ringan seperti:
-
Rasa lemas
-
Pusing ringan
-
Memar di area bekam
Efek ini biasanya bersifat sementara dan akan hilang dalam 1–2 hari. Minum air putih yang cukup dan istirahat akan membantu pemulihan.
Bekam Darah sebagai Gaya Hidup Sehat
Kini, bekam tidak hanya dipandang sebagai pengobatan alternatif, tetapi juga sebagai bagian dari gaya hidup sehat. Banyak orang rutin melakukan bekam setiap satu atau dua bulan untuk menjaga kebugaran tubuh.
Di tengah gaya hidup modern yang penuh polusi, stres, dan makanan instan, bekam menjadi salah satu cara alami untuk membantu tubuh melakukan detoksifikasi dan menjaga keseimbangan.
Jenis-Jenis Titik Bekam dalam Terapi
Dalam praktik bekam darah, pemilihan titik sangat menentukan hasil terapi. Titik-titik ini biasanya berada di jalur peredaran darah dan sistem saraf. Secara umum, titik bekam dibagi menjadi tiga kategori utama:
1. Titik sunnah
Merupakan titik yang dianjurkan dalam pengobatan Islam, seperti:
-
Al-kahil (punggung atas)
-
Al-akhda’ain (leher kanan dan kiri)
-
Al-katifain (bahu)
Titik-titik ini dipercaya efektif untuk menjaga kesehatan umum dan meningkatkan daya tahan tubuh.
2. Titik lokal
Titik ini berada di sekitar area yang mengalami keluhan, misalnya punggung untuk sakit pinggang atau kaki untuk pegal dan nyeri sendi.
3. Titik refleksi organ
Titik ini terhubung dengan organ tertentu seperti hati, ginjal, dan paru-paru. Bekam di titik ini bertujuan memperbaiki fungsi organ dalam.
Kesimpulan
Bekam darah adalah terapi kuno yang telah terbukti bertahan hingga zaman modern karena manfaatnya yang nyata. Dengan prinsip sederhana—mengeluarkan darah kotor dan melancarkan aliran darah—bekam membantu tubuh memulihkan keseimbangan alaminya.
Meski bukan pengganti pengobatan medis, bekam darah bisa menjadi terapi pendukung yang efektif untuk menjaga kesehatan, mengurangi nyeri, dan meningkatkan kualitas hidup. Dengan dilakukan secara benar dan teratur, bekam dapat menjadi investasi kesehatan jangka panjang yang alami dan terjangkau.
Baca fakta seputar : Healthy
Baca juga artikel menarik tentang : Penyakit Bronkitis: Pengalaman, Tips, dan Cara Menghadapinya dengan Santai tapi Efektif

