Page Contents
Hidung adalah salah satu organ tubuh yang sangat penting, bukan hanya untuk pernapasan, tetapi juga untuk penciuman dan membantu menjaga kualitas udara yang masuk ke paru-paru. Di balik bentuknya yang sederhana, struktur hidung cukup kompleks. Salah satu bagian yang sering menjadi sumber masalah adalah septum hidung, yaitu dinding tipis yang memisahkan kedua rongga hidung. Ketika septum tidak berada di posisi tengah sebagaimana mestinya, kondisi ini disebut deviasi septum.
Meskipun terdengar sepele, deviasi septum bisa berdampak signifikan pada kualitas hidup seseorang. Banyak orang yang tidak menyadari bahwa mereka mengalami deviasi septum karena gejalanya bisa ringan atau menyerupai masalah hidung biasa seperti pilek atau alergi. Artikel ini akan membahas secara mendalam apa itu deviasi septum, penyebab, gejala, diagnosis, hingga pengobatannya.
Apa Itu Deviasi Septum?

Deviasi septum adalah kondisi di mana septum hidung bergeser dari posisi tengah, sehingga satu sisi rongga hidung menjadi lebih sempit dibandingkan sisi lainnya. Septum terdiri dari tulang dan tulang rawan yang memberikan bentuk dan struktur pada hidung. Idealnya, septum berada tepat di tengah, memungkinkan aliran udara masuk dan keluar dengan lancar Alodokter.
Ketika terjadi deviasi, udara yang masuk melalui hidung tidak mengalir merata, sehingga dapat menyebabkan berbagai masalah, baik fungsional maupun estetika. Dalam beberapa kasus, deviasi septum juga bisa menyebabkan hidung terlihat sedikit bengkok, walaupun ini tidak selalu terjadi.
Penyebab Deviasi Septum
Deviasi septum bisa terjadi karena berbagai alasan, baik bawaan sejak lahir maupun akibat faktor eksternal. Beberapa penyebab umum meliputi:
-
Faktor Genetik
Beberapa orang lahir dengan septum yang tidak lurus. Hal ini bisa menjadi akibat perkembangan janin yang tidak sempurna atau sifat bawaan dari orang tua. -
Cedera atau Trauma Hidung
Benturan keras pada hidung, misalnya saat olahraga, kecelakaan, atau jatuh, dapat menyebabkan septum bergeser. Trauma ini bisa terjadi pada masa kanak-kanak atau dewasa. -
Pertumbuhan Tidak Seimbang
Pada masa pertumbuhan, tulang dan tulang rawan hidung bisa berkembang tidak simetris, sehingga septum ikut terdorong ke satu sisi. -
Proses Penuaan
Seiring bertambahnya usia, jaringan tulang dan rawan dapat mengalami perubahan bentuk, yang pada beberapa orang memicu deviasi septum.
Gejala Deviasi Septum
Tidak semua orang dengan deviasi septum merasakan gejala. Namun, bagi sebagian orang, kondisi ini dapat menimbulkan keluhan yang cukup mengganggu. Beberapa gejala yang umum muncul antara lain:
-
Kesulitan Bernapas Lewat Hidung
Gejala paling umum adalah hidung tersumbat pada satu sisi, atau keduanya. Penderita sering merasa harus bernapas lewat mulut, terutama saat tidur. -
Sering Mimisan
Deviasi septum dapat membuat permukaan hidung menjadi lebih kering dan rapuh, sehingga mudah berdarah. -
Infeksi Sinus Berulang
Sirkulasi udara yang terganggu dan drainase sinus yang tidak optimal dapat menyebabkan sinusitis kronis atau infeksi berulang. -
Hidung Berbunyi Saat Bernapas
Beberapa orang mendengar suara “mendesah” atau “ngik” saat bernapas, akibat aliran udara yang tidak lancar melalui rongga hidung yang sempit. -
Gangguan Tidur
Hidung tersumbat kronis dapat menyebabkan tidur tidak nyenyak, mendengkur, atau bahkan sleep apnea pada kasus yang parah.
Bagaimana Deviasi Septum Didiagnosis?
Diagnosis deviasi biasanya dilakukan oleh dokter spesialis THT (Telinga, Hidung, Tenggorokan). Proses pemeriksaan meliputi:
-
Riwayat Medis
Dokter akan menanyakan keluhan, riwayat cedera, dan masalah pernapasan yang dialami pasien. -
Pemeriksaan Fisik
Dokter akan memeriksa hidung dengan alat khusus untuk melihat sejauh mana septum bergeser. -
Pencitraan Medis
Dalam beberapa kasus, CT scan atau X-ray digunakan untuk menilai struktur tulang dan jaringan di dalam hidung.
Pengobatan Deviasi Septum

Pengobatan deviasi tergantung pada tingkat keparahan dan gejala yang muncul. Tidak semua kasus memerlukan tindakan medis.
1. Pengobatan Non-Bedah
Jika gejala ringan, dokter biasanya menyarankan pengobatan konservatif seperti:
-
Semprotan hidung saline untuk menjaga kelembapan dan membersihkan lendir.
-
Obat dekongestan untuk mengurangi pembengkakan pada jaringan hidung.
-
Antihistamin jika ada alergi yang memperparah penyumbatan.
2. Operasi Septoplasti
Untuk kasus deviasi yang parah atau menimbulkan gejala signifikan, operasi septoplasti menjadi pilihan.
-
Tujuan operasi adalah meluruskan septum sehingga aliran udara kembali normal.
-
Prosedur ini dilakukan oleh dokter THT dan biasanya memakan waktu 1–2 jam.
-
Pasien bisa kembali beraktivitas normal dalam beberapa hari hingga minggu, tergantung kondisi pemulihan.
Risiko dan Komplikasi Jika Tidak Diobati
Jika deviasi parah tidak diobati, beberapa komplikasi yang mungkin terjadi antara lain:
-
Sinusitis kronis karena drainase sinus terganggu.
-
Gangguan tidur yang memicu kelelahan, menurunkan konsentrasi, dan risiko hipertensi.
-
Gangguan penciuman akibat aliran udara yang tidak lancar.
Oleh karena itu, meskipun terdengar ringan, deviasi tetap perlu diperhatikan terutama jika menimbulkan gejala yang mengganggu.
Pencegahan Deviasi Septum
Meskipun tidak semua deviasi bisa dicegah, beberapa langkah bisa membantu mengurangi risiko atau dampaknya:
-
Menggunakan pelindung saat olahraga yang berisiko benturan di hidung.
-
Menangani alergi dan infeksi hidung sejak dini untuk mengurangi pembengkakan kronis.
-
Memeriksakan hidung secara rutin terutama setelah cedera atau saat mengalami masalah pernapasan kronis.
Kesimpulan
Deviasi septum adalah kondisi hidung yang sering dianggap sepele, padahal dapat memengaruhi kualitas hidup secara signifikan. Dari gangguan pernapasan, mimisan, hingga tidur yang terganggu, dampaknya bisa cukup mengganggu aktivitas sehari-hari.
Mengenal gejala sejak dini, melakukan pemeriksaan dengan dokter THT, dan memilih pengobatan yang tepat adalah langkah penting untuk mengatasi masalah ini. Baik melalui pengobatan non-bedah maupun operasi septoplasti, tujuan utamanya adalah mengembalikan fungsi hidung normal dan meningkatkan kenyamanan pernapasan.
Dengan memahami deviasi septum lebih baik, kita bisa lebih waspada terhadap masalah hidung yang mungkin tampak sepele tetapi memiliki efek jangka panjang yang serius.
Baca fakta seputar : Healthy
Baca juga artikel menarik tentang : Bekam Darah: Rahasia Terapi Sunnah untuk Detoks Alami dan Kesehatan Tubuh

