Doenjang Jjigae: Sup Fermentasi Korea yang Hangatkan Jiwa dan Lidah
Sebagai seorang penggemar kuliner Asia, saya selalu tertarik pada hidangan yang sederhana tapi kaya rasa. Salah satu hidangan yang selalu membuat saya merasa nyaman dan hangat adalah Doenjang Jjigae, sup khas Korea yang terbuat dari doenjang atau pasta kedelai fermentasi. Jangan terkecoh oleh tampilannya yang biasa-biasa saja; rasanya begitu kompleks, gurih, dan hangat hingga membuat siapa pun ketagihan.
Asal-usul Doenjang Jjigae

Doenjang Jjigae bukan sekadar sup biasa. Hidangan ini memiliki akar budaya yang sangat dalam di Korea. Doenjang sendiri adalah pasta kedelai fermentasi yang sudah ada sejak ribuan tahun lalu. Fermentasi menjadi kunci utama karena memberi karakter rasa yang unik: gurih, sedikit asin, dan penuh umami. Dalam sejarahnya, penduduk Korea menggunakan doenjang untuk mengawetkan kedelai, terutama di musim dingin ketika bahan makanan segar sulit didapat.
Tradisi memasak sup dengan doenjang ini kemudian berkembang menjadi Doenjang Jjigae, yang menjadi hidangan sehari-hari masyarakat Korea. Bahkan, hidangan ini sering dijadikan sarapan atau makan malam sederhana karena mudah dibuat tapi tetap memuaskan Wikipedia.
Rahasia Rasa Doenjang Jjigae
Salah satu hal yang membuat Doenjang Jjigae begitu istimewa adalah kombinasi bahan segar dan fermentasi. Rasa umami dari doenjang berpadu sempurna dengan sayuran, tahu, dan terkadang daging atau seafood. Setiap bahan menambah lapisan rasa yang berbeda, sehingga ketika disantap, kita bisa merasakan harmoni yang kompleks.
Bahan utama biasanya meliputi:
-
Doenjang (pasta kedelai fermentasi) – inti dari semua rasa.
-
Tahu – menambahkan tekstur lembut dan menyerap rasa sup.
-
Sayuran seperti zucchini, bawang bombay, jamur, atau lobak.
-
Bawang putih dan cabai – untuk memberikan aroma dan sedikit pedas yang hangat.
-
Air atau kaldu – biasanya dari daging sapi, seafood, atau bahkan kaldu rumput laut.
Selain itu, ada versi yang menambahkan kerang, cumi, atau daging sapi untuk versi yang lebih mewah. Namun, bagi saya, versi vegetarian justru paling klasik dan menghangatkan, terutama saat cuaca dingin.
Cara Membuat Doenjang Jjigae
Salah satu alasan saya jatuh cinta pada Doenjang Jjigae adalah proses pembuatannya yang sederhana tapi menenangkan. Bahkan pemula pun bisa mencobanya di rumah. Berikut garis besar cara membuatnya:
-
Siapkan kaldu – Bisa menggunakan air biasa, tapi kaldu sayuran atau rumput laut akan memberi rasa lebih kaya.
-
Campur doenjang – Larutkan pasta kedelai fermentasi ke dalam kaldu panas, aduk hingga rata.
-
Masukkan sayuran – Tambahkan zucchini, jamur, lobak, atau bawang bombay.
-
Tambahkan protein – Tahu, kerang, atau daging sesuai selera.
-
Bumbui dan masak – Tambahkan bawang putih, cabai, dan sedikit garam jika perlu. Masak hingga semua bahan matang sempurna.
-
Hidangkan panas – Sup ini paling nikmat disantap hangat bersama nasi putih.
Momen favorit saya adalah ketika sup masih mengepul, aroma kedelai fermentasi yang khas memenuhi dapur, dan saya hanya bisa menunggu sejenak sebelum menyeruputnya. Rasa hangat dan gurih langsung menyebar, membuat tubuh terasa nyaman, seakan memeluk dari dalam.
Mengapa Doenjang Jjigae Begitu Populer di Korea

Doenjang Jjigae bukan hanya soal rasa. Hidangan ini mencerminkan filosofi makan masyarakat Korea, yang menghargai keseimbangan antara rasa, kesehatan, dan tradisi. Berikut beberapa alasan mengapa hidangan ini tetap populer:
-
Mudah dan Cepat – Hanya butuh beberapa bahan utama dan waktu memasak sekitar 30 menit.
-
Sehat – Kaya protein dari kedelai, vitamin dari sayuran, dan probiotik dari proses fermentasi.
-
Fleksibel – Bisa disesuaikan dengan selera, mulai dari vegetarian hingga seafood.
-
Menyenangkan secara sosial – Di Korea, sup ini sering disantap bersama keluarga, menambah kehangatan suasana.
Selain itu, banyak restoran Korea di seluruh dunia menyediakan Doenjang Jjigae karena rasanya yang otentik dan sederhana namun memikat. Saya pribadi sering mencarinya saat berkunjung ke restoran Korea di Jakarta atau Seoul; rasanya selalu bisa membangkitkan kenangan hangat.
Perbedaan dengan Hidangan Jjigae Lainnya
Di Korea, ada banyak jenis jjigae (sup), seperti Kimchi Jjigae, Sundubu Jjigae, atau Gochujang Jjigae. Yang membuat Doenjang Jjigae unik adalah:
-
Rasa fermentasi yang dominan – Tidak terlalu pedas seperti kimchi jjigae.
-
Serbaguna – Bisa dicampur sayuran atau protein apa saja tanpa menghilangkan rasa dasar.
-
Sifat menenangkan – Aromanya yang khas memberi efek hangat dan nyaman, cocok untuk dinikmati kapan saja.
Bagi saya, ini seperti sahabat lama: sederhana tapi selalu menghadirkan rasa aman dan familiar.
Doenjang Jjigae dan Tren Kuliner Global
Seiring tren makanan sehat dan fermentasi yang meningkat di dunia, Doenjang Jjigae mulai dikenal lebih luas. Banyak food blogger dan chef internasional yang membagikan resepnya, menekankan kandungan probiotik dari doenjang yang bermanfaat untuk pencernaan. Bahkan, beberapa restoran fusion menggunakan sup ini sebagai basis saus atau menu baru, memperkenalkan cita rasa Korea ke audiens global.
Ini membuktikan bahwa meskipun sederhana, Doenjang Jjigae memiliki kekuatan untuk menembus budaya kuliner dunia, menunjukkan bahwa makanan tradisional bisa relevan dan modern sekaligus.
Tips Menikmati Doenjang Jjigae
Untuk benar-benar menikmati Doenjang Jjigae, saya selalu memperhatikan beberapa hal kecil:
-
Sajikan panas – Aroma doenjang paling keluar saat sup masih mengepul.
-
Kombinasikan dengan nasi – Nasi putih hangat adalah pasangan sempurna.
-
Jangan terlalu asin – Karena doenjang sudah cukup asin, hindari tambahan garam berlebihan.
-
Eksperimen dengan sayuran musiman – Setiap musim memberi rasa baru pada sup.
Mengikuti tips ini, saya selalu merasa bahwa makan Doenjang Jjigae bukan sekadar mengisi perut, tapi juga pengalaman kuliner yang menenangkan dan menyenangkan.
Kesimpulan
Doenjang Jjigae lebih dari sekadar sup Korea biasa. Hidangan ini adalah simbol kehangatan, kesederhanaan, dan tradisi kuliner Korea. Dengan rasa umami yang kaya, tekstur yang lembut, dan aroma fermentasi yang khas, Doenjang Jjigae mampu menghadirkan pengalaman makan yang memuaskan sekaligus menenangkan.
Bagi saya, setiap sendok Doenjang Jjigae adalah perjalanan rasa yang memadukan sejarah, budaya, dan kelezatan. Baik disantap di restoran Korea atau dibuat sendiri di dapur, hidangan ini selalu memberi kehangatan, seakan memeluk siapa pun yang menikmatinya. Jadi, jika Anda mencari sup yang sederhana tapi memikat, Doenjang Jjigae adalah pilihan yang tepat.


























:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4203899/original/030252600_1666760442-shutterstock_2143897349.jpg)


